Travelling

Yuuk ke Yogyaa !

 

Yogyaaaa *(^_^)/*…udah pasti jadi kesayangan salah satu destinasi temen-teman semua yaa. Termasuk saya juga :D. Kota Gudeg ini selalu ngangenin. Mulai dari makanannya, suasananya, orang-orangnya, dan tempat-tempat wisatanya. Hebat lah pokoknya. Ditengah semua daerah tergerus kebudayaannya karena westernisasi , Yogya malah bertahan dengan kekhasannya. Ini yang bikin semua orang betah dan pengen balik ke sana lagi dan lagi. Ditambah akses dan biaya ke sana relatif murah buat kantong para traveller dari manapun terutama dari sepanjang Pulau Jawa.

Kali ini tujuannya emang wisata belanja, karena harus nemenin dua orang ibu-ibu temen kantor yang pengen banget shopping di Yogya. Berhubung yang berangkat adalah 5 orang (saya, Cha-Cha, Fiska, Mba Desy en Mba RJ) dan semuanya sekantor, jadilah kami harus cari-cari high session or long weekend. Soalnya udah pasti ngga mungkin semuanya ngajuin cuti di hari yang sama kaan, bisa amsyong kitaa … ahaha :D. Cari tiket di high session emang super duper susahnya. Pasti kalah cepet sama traveller lain, yang emang udah modusin itu tiket dari H-90 bahkan setahun sebelumnya. Beberapa kali coba booking tiket di high session sekitar awal April ngga bisa-bisa, dapatlah di akhir April tanggal 30 April sampai 4 Mei, dengan pergi-pulang kepisah-pisah. Cha-Cha berangkat di Kamis tanggal 30, sementara saya, Fiska, Mba Desy en Mba RJ Jumat tanggal 1. Kemudian pulangnya, Cha-Cha dan Fiska Minggu tanggal 3, sementara Mba Desy en Mba RJ Senin tanggal 4, dan saya belum beli tiket pulang haghaghag :D. Seperti biasa, ada rencana pengen extend disana. Alhasil tetep harus cuti, tapi kami atur beda-beda karena beberapa dari kami satu departemen. Cha-Cha cuti hari Kamis, lalu saya, Mba Desy en Mba RJ cuti hari Seninnya.

Jreng .. Kamis, 30 April sesuai planning, Cha-cha berangkat naik kereta jam 09:00 WIB. Ada accident sedikit, ceritanya Cha-Cha ketinggalan kereta karena kejebak macet. Kami yang lain pun deg-deg an takut dia udah ngga dapet kereta lagi di hari itu, sedangkan tiket esok itu sudah sold out semua. Untungnya pas coba cek on the spot ke loket, masih ada seat di kereta jam 13:00 WIB. Akhirnya Cha-cha bisa ke-angkut juga :D. Cha-cha pun nginep duluan semalem di sana, baru besoknya Jumat, 1 Mei saya, Mba Desy, Mba RJ dan Fiska nyusul dengan kereta pagi jam 09:00 WIB dan sampai di Yogya jam 19:00 WIB. Sampai di Stasiun Lempuyangan, kami ber-4 langsung cari taksi untuk nganter ke hotel. Ternyata harga taksi naik 15% karena high session meen .. weleh-weleh (#_#). Oh ya, hotel kita lumayan jauh jaraknya dari Stasiun Lempuyangan, emang niatnya ngedeketin kawasan Malioboro. Hotelnya kami pesan dari salah satu situs travelling gitu, namanya Hotel Ananda, alamatnya di  Ngadinegaran MJ III 72 55243 Yogyakarta | 0274-378323 | contact@anandajogja.com. Kami cari yang emang murmer tapi ga murahan. Jadi kami pilih Family Room dengan rate sekitar Rp.500.000-an/4 pax. Jadi, kalo dibagi ber-5 sekitar Rp.100.000,-/orang/hari. Sampai di hotel, kami langsung beberes sebentar, sementara Cha-cha yang udah nunggu di hotel dari sepagi tadi sedang nonton TV dengan santainya, hedeh. Niatnya malem itu cari makan aja, tapi malah bablas langsung ke Malioboro. Jarak Hotel Ananda – Malioboro lumayan, jadi kami pilih naik becak dengan tarif sekitar Rp.25.000,-/becak. 2 becak pun mengangkut kami ke Malioboro dan kami turun sebelum perempatan 0 km yaitu ujung selatan Malioboro.

0 km adalah salah satu perempatan yang dikenal banget oleh para travelers, sebuah perempatan yang menjadi patokan penentuan jarak antar daerah di Yogya dan dengan kota lain di luar Yogya. Lanjut, kami lalu jalan kaki sambil nyari-nyari tempat makan yang murmer (teteuupp yaa nyari murah) haha :D. Lalu dapetlah sebuah tempat makan lesehan di salah satu pinggir Malioboro. Ada sedikit yang perlu diingat ya teman-teman, ngga semua tempat makan di sepanjang Malioboro itu murah, ada yang murah dan kelewat murah, ada yang mahal dan kelewatan mahalnya. Contohnya, kami dapat salah satu tempat makan dengan porsi dan rasa gudeg yang lumayan dan harganya Ok beuut alias murah sekitar Rp.15,000,- per porsi plus minum. Sementara di salah satu tempat makan lainnya, seporsi nasi gudeng bisa jadi hampir Rp.70,000.- blum plus minum, percaya ngga ?? haruss dong .. hahaha :D. Beneran loh, sok dicekidot ke sana biar tambah yakin. Selesai makan, rasanya terlalu sore untuk dilewatkan gitu aja. Akhirnya kami coba iseng jalan-jalan aja di sepanjang Malioboro yang penuh dengan barang-barang dagangan itu, mulai dari kaos dagadu, sandal jepit, daster, baju batik, accessories dan sebagainya. Saya, Cha-cha dan Fiska sih asik aja jalan, sementara Mba Desy dan Mba RJ yang bilangnya iseng, malah ngeborong selusin sandal jepit dan kaos dagadu .. ahahaha. Emang yah ibu-ibu beneeer daah !! :D. Karena udah ngerasa cape, pulanglah kami ke hotel dengan naik taksi. Tarifnya sekitar Rp.40,000.- dari hasil nego bukan argo :p. Kasuuuurr langsung jadi tujuan kami deh daan moloor tiiime :D.

IMG_2278

Sesuai rencana, Sabtu tanggal 2 itu kami akan beberapa tempat, pagi sampai siang ke Goa Pindul dan sorenya hunting sunset di Pantai Indrayanti. Pagi itu hujan, kami yang bermaksud ngangkot ke tujuan-tujuan tadi, malah ditawari Cha-cha untuk di antar oleh seorang temannya yang punya mobil. (*_*). Niat baik tidak boleh disia-siakan ya kaan, akhirnya kami nunggu yang jemput sambil nunggu hujan reda sambil leyeh-leyeh dulu di kasur. Teroreet jreeng .. yang jemput ngga dateng juga sampai hampir dzuhur. Kayanya daripada hari itu gatot, kami langsung capcus ngangkot ke Goa Pindul. Hotel kami kebetulan ngga jauh dari jalan besar, jadi kami coba tanya-tanya bis ke arah Terminal Giwangan. Ngga lama, bis lewat dan kami langsung naik dengan tarif Rp.4,000.-/orang. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit dan sampailah kami di Terminal Giwangan. Lanjut, kami naik bis lagi ke arah Wonosari. Menurut info by web, kami akan turun di perempatan yang orang menyebutnya “Grogol” lalu sambung lagi dengan ojek untuk sampai ke Goa Pindulnya dengan info tarif sekitar Rp.20,000.- sampai Rp.25,000.-. Kami infokan ke bapak kondektur untuk turun di perempatan “Grogol”, tapi bapak kondekturnya malah menawarkan dengan baik hati untuk drop kami langsung di Goa Pindulnya tapi dengan tarifnya Rp.30,000-/orang. Tadinya sempet mikir itu mahal, tapi pas seorang penumpang bis yang duduk dekat saya bilang harga yang ditawarkan itu murah dibanding harus ngecer lagi., tentunya dengan senang hati kami pun langsung setuju.

Perjalanan ke arah Goa Pindul sekitar 1 jam, kami melewati daerah Gunung kidul dengan pemandangan indahnya, udaranya dingin, jalan belok-belok dan naik turun itu. Disepanjang jalan juga banyak restoran yang menawarkan pemandangan jajaran bukit dari ketinggian .. tjakeepp :D. Tiba di basecamp, kami langsung disambut salah seorang guide. Bapaknya itu memberikan beberapa opsi pilihan wisata yang bisa kita ambil di sana seperti Sriti Cave Tubing, Pindul Cave Tubing, dan Oya River Tubing. Nah, tiap pilihan wisata tersebut beda-beda harganya. Kami pilih yang dibuka saja saat itu, Oya River Tubing dan Pindul Cave Tubing dengan harga Rp.90,000-. Sriti Cave Tubing, sayangnyanya ditutup karena tadi pagi hujan, goanya banjir dan takut berbahaya bagi wisatawan. Setelah menitipkan barang-barang yang tidak diperlukan dan bersiap dengan perlengkapan (pelampung dan sepatu karet), kami berlima diangkut dengan mobil bak terbuka bersamaan dengan 5 buah pelampung ban super besar .. wuooww. Sepanjang jalan menuju ke Oyo River alias Sungai Oyo untuk River Tubing, kami disuguhi pemandangan hamparan luas kebun kayu putih. Kebun itu menjadi salah satu mata pencaharian penduduk sekitar sebagai penghasil minyak kayu putih. Sampailah kami di tepi Sungai Oyo dan harus antri untuk nyemplung. Masing-masing dibagi per team dengan guide yang sudah ditentukan sebelumnya. Akhirnya giliran kami tiba untuk nyemplung ria diatas pelampung ban besar menikmati aliran Sungai Oyo yang deras apalagi setelah hujan begini.

IMG_2319

Sekitar 1 jam, kami menepi kembali dan dijemput mobil bak terbuka untuk mengarah ke Goa Pindul. 15 menitan kami sampai lalu lanjut jalan kaki ke arah pintu Goa untuk memulai Cave Tubing. Sebenernya, ngga terlalu beda antara Cave Tubing dan River Tubing. Keduanya, peserta sama-sama dibiarkan mengambang diatas ban pelampung dan berpegangan lalu mengikuti arus atau arah tarikan guide. Tapi River Tubing lebih seru karena masih ada efek-efek ngikut arus sungainya, sedangkan Cave Tubing hanya ngambang ria mendengarkan cerita bapak guide seputar kisah pembentukan Goa Pindul sampai ngantuk .. hahaha :D. Balik ke Cave Tubing tadi, kami ngambang menyusuri jalur di dalam goa, sejauh mata memandang gelap dan terlihat beberapa stalaktit khas Goa. Mengarah ke pintu akhir, ada satu spot yang bagus banget buat poto. Di spot itu ada cahaya matahari masuk dari arah atas dan menyinari bawah Goa lalu cahayanya memantulkan warna air di Goa. Sayangnya spot itu sudah dikerubungi banyak orang, jadi kami mengurungkan niat dan lanjut ngambang ke arah pintu keluar. Ngga terasa, sudah sekitar 1 jam ngambang, kami diangkut kembali menggunakan bak terbuka ke arah basecamp. Sampai di basecamp kami mandi dan bersiap pulang ke kota. Saat itu sekitar jam 17:30 WIB, angkutan umum ke arah kota untuk jam segitu sudah jarang beroperasi. Akhirnya kami ditawari pihak basecamp untuk menyewa mobil saja. Setelah nego-nego, akhirnya dapatlah kami Rp.250.000,- untuk sampai hotel. Nah, tips buat temen-temen sekalian kalau memang niat ke Goa Pindul backpakeran sendiri, lebih enak naik motor atau jika lebih dari 4 orang baiknya sewa mobil saja, jaga-jaga kalau pulang kesorean. Jalan balik ke arah hotel, kami mampir dulu di Glagah Sari beli Bakpia Kurnia Sari untuk oleh-oleh, sayangnya sudah habis L. Kami putuskan turun di Malioboro saja untuk belanja dulu baru balik ke Hotel. Daaan .. malam itu dihabiskan buat belanja plus kulineran di sekitaran Malioboro sampe cape lalu kami balik ke hotel dan moloor karena kecapean.

IMG_2340

Keesokan harinya Minggu tanggal 3, sesuai rencana hari ini yang padat, kami akan ke Taman Sari, Candi Prambanan, Pasar Beringharjo, dan ke Glagah Sari lagi beli Bakpia Kurnia Sari. Kami putuskan pagi-pagi ke Taman Sari jalan kaki untuk hunting spot dan berpoto ria, jaraknya memang tidak terlalu jauh dari hotel. Sampai di Taman Sari, kami puaskan poto-poto dulu di hampir semua spot, niat banget yak hahaha :D. Lanjut menjelang jam 11-an siang, kami bertolak ke Candi Prambanan. Dari Taman Sari angkutannya ngga susah kok, kami naik dulu “Si Thole” semacam feeder dengan biaya Rp.5.000,- rutenya adalah ke Keraton Jogja – Taman Sari – Taman Pintar – Taman Parkir Senopati – Titik 0 Kilometer Malioboro – Taman Parkir Ngabean, lalu turun di titik 0 kilometer Malioboro. Dari situ kami naik Trans Yogya ke arah Candi Prambanan. Kurang lebih sekitar 1 jam, kami sampai di halte Trans Yogya dan lanjut jalan kaki ke arah dalam loket. Harga tiket masuk untuk per orang dikenakan Rp.20.000,-an. Karena nyampenya udah siang banget, alias memang siang bolong, kami pun sewa payung Rp.10,000,-.

IMG_2453

Ngga banyak perubahan saat terakhir saya kesini. Candi-candi bersusun dan beberapa belum terpasang sejak gempa Yogya. Di luaran dan dalam area Candi Prambanan, banyak bapak-bapak potografer yang menawarkan jasanya untuk poto langsung cetak. Rasanya kasian deh jadi kurang diminati, karena memang hari gini semua orang udah poto pake gadgetnya masing-masing. Tapi walaupun begitu masih ada beberapa gelintir orang yang mau menggunakan jasa mereka. Lanjutlah, kami keliling dan poto-poto sampai sepuasnya sembari kepanasan en keringetan .. haha :D. Agak susah juga nyari spot buat poto, mengingat ini high session jadi agak rame. Ngga lama kami putuskan balik ke hotel, tapi mampir dulu sebentar di toko cinderamata di luar Candi Prambanan, siapa tau ada yang unik. Tapi bukannya beli souvenir kami malah makan .. hahaha :D. Setelah itu tawar menawarlah kami dengan seorang bapak pengemudi andong atau orang jawa bilang dokar untuk balik sekitar Rp30.000,- sampai halte Trans Yogya Candi Prambanan.

IMG_2537

Kami pun langsung dapat bis Trans Yogya, lalu turun di Malioboro dan langsung berbagi tugas. Saya, Fiska, Mba Desy dan Mba RJ lanjut ke Pasar Beringharjo untuk cari batik, sementara Cha-Cha langsung telpon temennya untuk minta diantar beli Bakpia Kurnia Sari. Alhasil karena jamnya udah mefet, belanjanya fokus sama apa yang dicari aja. Setelah dapat, saya dan Fiska pun duluan balik ke hotel, Mba RJ dan Mba Desy masih sibuk belanja. Cha-Cha yang sudah sampai hotel duluan langsung packing, lalu disusul Fiska. Kereta mereka ke Jakarta berangkat jam 18:00 WIB sore ini. Selesai packing, Fiska langsung pesen ojek untuk ke Stasiun Lempuyangan dan Cha-Cha diantar temennya naik motor juga. Mereka berdua sudah berangkat ke Stasiun Lempuyangan, sementara Mba RJ dan Mba Desy belum balik juga dan saya sendirian di hotel. Sekitar habis magrib, Mba Desy dan Mba RJ balik ke hotel dan sekarang ganti saya yang ke Malioboro, karena tiba-tiba dapet titipan suruh beliin kaos dan sekalian nyari tiket pulang buat besok. Anyway, rencana extend sepertinya ngga jadi, karena udah cape ngga karuan. Malem itu berburu tiket dari Stasiun Lempuyangan ke Stasiun Tugu. Di Stasiun Tugu saya coba tanya-tanya ke petugas, ternyata ada gerbong tambahan untuk besok pagi. Saya pun langsung antri dan pesan. Setelah dapet tiket di Stasiun Tugu, saya lanjut jalan kaki ke Malioboro untuk nyari kaos titipan temen. Pulang dari Malioboro ke hotel naik becak Rp.25.000,-, pelan-pelan sambil nikmatin kesendirian .. Asooy (^_^).

Senin esok pagi, kami yang tinggal bertiga (saya, Mba Desy dan Mba RJ) packing dan langsung cus ke Stasiun Lempuyangan naik taksi karena bawaannya banyaaaak. Kereta datang tepat jam 09:00 WIB dan mengangkut kami to Jekardah tercintah. Oh ya, as info sebelumnya, saya akan info itinerary waktu dan biaya untuk temen-temen yang minat bacpakeran ke beberapa tempat yang saya kunjungi :

Tujuan / Nama Tempat

Durasi Biaya

Keterangan

Jakarta – Yogyakarta 9-10 Jam KA Ekonomi Rp.75.000,- sampai Rp.220.000,-

KA Bisnis Rp.215.000,- sampai Rp.260.000,-

KA Eksekutif Rp.260.000 sampai Rp.430.000,-

*tergantung ketersediaan promo dan seat

Ke Goa Pindul

Malioboro – Terminal Giwangan 30 Menit Bus Umum Rp.4000,- / Ojek Rp.20.000,-
Terminal Giwangan – Perempatan Grogol (arah Wonosari) 1 Jam Bis Umum Rp.10.000,- *bis terbatas
Perempatan Grogol – Basecamp Goa Pindul 20 Menit Ojek Rp.25.000,-
Tiket Wisata Goa Pindul

(Cave Tubing Goa Pindul, Cave Tubing Goa Sriti, River Tubing Sungai Oya)

1 Jam/wisata Rp.50.000 – Rp.150.000,- *tergantung jenis wisata yang dipilih

Ke Taman Sari

Malioboro – Taman Sari 15 Menit Feeder Rp.5.000,- / Becak Rp.20.000,-
Tiket Masuk Taman Sari Rp.5.000,-

Ke Candi Prambanan

Malioboro – Candi Prambanan 1 Jam Trans Yogya Rp.10.000,- sampai Rp.20.000,-
Tiket Masuk Candi Prambanan Rp.20.000,-

Biaya bisa lebih diirit untuk tiket kereta Jakarta-Yogya (PP) dan penginapan/hotelnya. Selebihnya monggo disesuaikan dengan budget dan keperluan masing-masing yaa. Semoga Allah berkenan terus untuk memerberikan waktu, rizki, ilmu, amal dan pengalaman bagi kita semua dimanapun dan kapanpun kita berada, amiin. Semoga bermanfaat dan selamat merencanakan travelling backpackeran kalian .. and keep be a wise traveller yaa prens :D.

In term search : #Backpackeran #Yogyakarta #TerminalGiwangan #GunungKidul #Wonosari #Goa Pindul #Maliboro #TamanSari #CandiPrambanan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s