Travelling

Eksotisnya Gunung Gede (2.958 Mdpl)

Assalamua’alaikum teman-temaan, mumpung lagi hot-hotnya pengen nulis, saya mau cerita lagi yaaa :). Semoga lebih bermanfaat pengalamannya kalo di share kaya gini, amiin. Perjalanan yang mau di share sekarang adalah naik-naik ke puncak gunung yang berikutnya. Gunung yang udah ngga asing lagi buat para hikers or mountaineer, Gunung Gede di Cibodas.

Seperti udah diketahui bersama, pendakian ke Gunung Gede ini butuh yang namanya registrasi atau pendaftaran. Nah, ada dua cara untuk ngelakuin ini, pertama secara resmi melalui website booking pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di link ini http://www.booking.gedepangrango.org, kedua secara jalur tembak melalui calo, porter, atau penduduk yang memang memiliki akses untuk kuota pendakian ini. Idealnya pasti disarankan untuk ambil jalur resmi yaa preens, karena kamu akan terdaftar secara resmi, terpantau dan at least ada jaminan in case terjadi apa-apa saat masa pendakian.

Di cerita kali ini, saya dan team mendaftar melalui jalur resmi sekitar 1 bulan sebelum tanggal pendakian. Setelah mengisi data lengkap, kami dapat konfirmasi kuota dari pihak TNGGP sekitar 2 minggu setelah submit data. Proses ini gampang-gampang susah. Kami sendiri sempat dikonfirmasi bahwa kuota penuh di tanggal 15 November 2014 saat itu, tapi kami langsung konfirmasi ulang dan konfirm by phone mengenai ini. Alhamdulillah, ternyata bisa, karena memang kalau di lihat dari kuota pendakian tanggal tersebut juga masih ada. Okee .. kalo udah dapet konfirmasi ini aman. Kita tinggal prepare persiapan pendakian ya guys. Kalo emang belum dapet konfirmasi ini, kita bisa follow up by phone langsung ke kantor TNGGP, pastinya susah masuk dan responnya ngga langsung. Tapi harus tetep sabar yaa. Nah, kalo memang bener-bener mentok ngga dapet juga, kalian bisa pakai cara yang kedua, lewat calo yang bisa kamu search kontaknya lewat google, or mungkin bisa minta info temen-temen di sosial media seperti facebook backpacker Indonesia atau akun-akun komunitas pendaki lainnya.

Ok hari H datang juga, “Banana Team” sudah siap dengan persiapan masing-masing (ini adalah sebutan untuk team saya yang selalu solid ini)  hehe 😀 . Kami ber-8 sepakat untuk kumpul dan berangkat dari Terminal Kp. Rambutan tanggal 14 malam jam 21:00 WIB. Seperti biasa, pastinya kami sempet tunggu-tungguan sebentar, lalu langsung cus untuk pilih bus yang lewat ke arah Cibodas, dengan tarif per orang sekitar 30-40 ribuan. Di perjalanan kami manfaatkan untuk tidur aja alias saving energy haha 😀 dan sampai di Cibodas sekitar jam 2 dini hari. Sampai di sana kami sempatkan belanja sebentar dan ngelengkapin apa yang belum lengkap. Then, salah satu dari kami nawar angkot kecil untuk sampai di basecamp dengan tarif per orang sekitar 15-20 ribuan. Tiba di basecamp kami sempatkan ke toilet dan langsung kumpul untuk berdoa sebelum memulai jalan pendakian.

IMG_5356

As planned before, karena waktu yang terbatas, kami naik dan turun lewat jalur Cibodas. Start-lah kami sekitar jam setengah 3-an dini hari. Jalan sebentar, lalu kami berhenti di pos pertama untuk lapor diri ke ranger-ranger setempat, sesuai data yang sudah di submit sebelumnya. Sempat dapet wejangan juga dari para ranger karena salah satu dari kami memakai sandal bukan sepatu. By the way, sekarang sepertinya memang sudah diwajibkan untuk pake sepatu mengingat keamanan dan keselamatan pendakian itu nomor wahid. Setelah itu mulai jalan lagi, jalan dan jalan terus, lalu kami putuskan untuk rehat sejenak dan shalat subuh saat waktu subuh menjelang. Oh ya, Gunung Gede ini gunung tipe saya banget, hutan hujan dengan vegetasi tinggi, banyak air, dan hawanya enak banget dipake buat jalan. Jalannya lumayan amat sangat jelas, karena di awal-awal sudah dibangun beton gitu, lalu ganti jalan berbatu, berundak dan jalan setapak-setapak. Lanjut jalan-jalan-dan jalan teruus haha 😀 (namanya juga mendaki) sampai sekitar jam 7-an, kami berhenti lagi untuk tidur sebentar. Start trekking malem kaya gini pastinya lebih enak, kekurangannya ya harus nahan ngantuk aja :D. Kami rehat lagi sekitar satu jam untuk tidur, lumayan lah untuk ngilangin ngantuk. Lalu lanjut jalan lagi dan jam 10-an kami sampai di Kandang Batu. Pendakian ini lumayan santai, karena itu kami berhenti lagi untuk sarapan (sarapan yang kesiangan). Menunya indomie sayuur sawi hehe :D, yang gampang dan cepet dimasaknya.

IMG_5354

Alhamdulillah setelah kenyang dikit, kami lanjut jalan lagi. Cuacanya antara bersahabat dan ngga saat itu, antara kabut yang timbul ilang bikin kami ragu-ragu mau tetep jalan atau ngecamp. Dari Kandang Batu kami tetap memutuskan jalan lagi sampai Kandang Badak. Akhirnya sekitar jam 3-an sore kami berhenti di sekitaran Kandang Badak dan nentuin tempat untuk camp saja. Kabutnya mulai ga bersahabat juga untuk tetep jalan. Udah nemuin tempat buat ngediriin tenda, kami sholat dzuhur yang dirangkap ashar, lalu masak-masak ria.

SAM_0494

Karena waktunya cukup lama ke jam malam, setelah makan akhirnya kami main game yang hukumannya engga banget. Hukumannya adalah makan biscuit roma dikasi saos, dan ini sukses bikin saya ngga akan pernah doyan lagi makan biscuit roma di masa depan, wakaka :D. Ngelanjutin ngabisin waktu, kami ada birthday celebration kecil untuk Alki Narasakii yang pas kebetulan ultah saat itu. Setelah itu lanjutlah kami tidur dengan ngga pules, karena dingin tentunya :D.

Pagi jam 8-an kami bangun, trus masak sarapan untuk persiapan summit. Emang sengaja ngga ngejar sunrise, mengingat semuanya (Rabai, Nasrul, Ka Dian, Dimas, Ayya, Alki, Wawan) udah pernah summit kecuali saya hehe :D. Jadi summitnya nyantai aja, asal bisa sampe puncak walaupun kesiangan. Setelah sarapan, jam 10-an kami start jalan ke atas, without big carrier. Kami jalan santai sambil nglawak dan poto-poto sepuasnya. Sampailah sekitar jam setengah 12-an di jalur tanjakan setan. Lalu jalan lagi dan sampai di puncak sekitar jam 1-an siang. Here u goo foto kitaa :D.

IMG_5620

Setelah poto dan ngopi-ngopi sebentar di atas, kami jalan turun lagi ke tempat camp sekitar jam setengah 3-an sore. Lalu sampai di camp langsung packing dan jalan turun ke arah Cibodas lagi. Sore menjelang malem itu udah mulai mendung, dan sekitar mendekati magrib hujan turun. Jadilah kami jalan sambil berponco ria dan basah-basahan. Sekitar jam 6-an lewat, kami berhenti untuk menghangatkan diri dulu karena salah satu dari kami sempet masuk angin. Lalu lanjut jalan lagi dan sampai di bawah sekitar jam 9-an malam. Sampai di basecamp bawah, kami mandi dan ganti baju, trus ngisi perut yang kriukan dari sore tadi. Setelah itu salah satu dari kami nego-nego angkutan untuk pulang ke Kp. Rambutan dengan tarif dari Cibodas langsung Kp. Rambutan sekitar 60 ribuan.

Okey, seperti biasa-biasanya .. berikut tips singkat untuk yang mungkin belum pernah dan ingin coba ke Gunung Gede :

  • Dari Terminal Kp. Rambutan, kalian bisa naik bis apa aja ke arah Cibodas dan turun di Cibodas
  • Tarif angkutannya sendiri ngga pasti, tergantung pada kekuatan “nawar” harganya yaa, paling ngga kalian bisa dapet sekitar 60-75% dari harga yang ditawarkan pertama
  • Mungkin kalau banyak orangnya, bisa nyewa aja armada sendiri supaya lebih mudah
  • Untuk cewek, jangan lupa bawa peralatan lenong juga ya seperti lip balm, sunscreen cream / sunblock

Baiklaah, melakukan sesuatu hal untuk yang pertama kali pasti sulit. Tapi ribuan langkah itu diawali dengan satu langkah pertama kita. Selamat mencobaa dan jangan lupa utamakan keselamatan diri yaa prens 🙂

In term search : #Backpakeran #Pendakian #JalurCibodas #GunungGede #2958Mdpl

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s