Travelling

Indahnya Gunung Lawu (3.265 Mdpl)

Alhamdulillah, masih semangat buat nulis lagi. Obat buat galau dan nganggur di sela-sela skripsi dan php dosen tentang jadwal sidang hahaha :D. Lanjut dari cerita sebelumnya, cerita ini adalah trip saya yang kedua. Awal niatan pergi ke sini karena tau kalo pemandangannya .. Masya Allah banget indahnya. Dari situ saya coba cari temen-temen yang mau diajak ke sana dan berpengalaman mendakinya sudah oke banget. Kebetulan karena adik saya sudah pernah nanjak duluan dan teamnya sepertinya oke, jadilah saya “mengompori” mereka untuk pergi ke sini dan senangnya ketika ternyata mereka setuju *\(^_^)/*. By the way, meskipun pertama kali ketemu, they’re very nice.

Planning dan persiapan untuk pendakian ini kurang lebih diprepare dari dua bulan sebelumnya. Start dari cari tiket kereta api sampai beli gear baru. Nah, sebagai pendaki pemula banyak banget cerita dan pesan dari para senior dalam rangka trip ini, karena esensinya seperti teman-teman sudah tahu bahwa naik gunung engga sekedar jalan atau cari pemandangan aja. Banyak persiapan baik fisik maupun mental yang harus disiapkan. Misalnya latihan fisik seperti jogging, berenang, dan menjaga kestabilan badan agar tetap fit (gak cuma sehat) serta nggak lupa beli gear yang nyaman dipakai, khususnya carrier dan hiking shoes. Banyak juga nilai-nilai yang harus dijaga ketika kita berada di sana (gunung), apalagi kebanyakan gunung di daerah Jawa Tengah memang banyak dipakai untuk cari pangsit, eh salah maksudnya wangsit .. hehe. Jadi kita harus jaga sikap, perkataan dan perbuatan kita selama pendakian, sombong sedikit saja bisa jadi malapetaka buat diri sendiri. Persiapan peralatan juga disiapkan mulai dari pembagian logistik, tenda, nesting, matras, fly sheet dan perlengkapan lainnya. Preparationnya aja udah bikin semangaat sekaleeh !! :D.

Tibalah harinya .. pertengahan Oktober, 2013 (weew late post lagii .. haha). Oke lanjut ke cerita, jadi kami (bersepuluh) dengan empat cewek (saya, rabai, ka wida dan indah) dan enam cowok (bang rony, alki, dimas, irfan, deni dan arif), bertemu di stasiun pasar senen sesuai jadwal keberangkatan kereta yaitu jam 16:10. Nah, cerita serunya di sini nih. Delapan orang saat itu sudah hadir sekitar setengah jam sebelum keberangkatan kereta. Namun, dua orang belum juga muncul hingga ada pengumuman bahwa kereta akan berangkat, sedangkan tiket untuk kami semua dipegang oleh salah satu dari mereka. Alhasil semua yang sudah hadir di stasiun pun panik, satu per satu dari kami mencoba menelpon dan sms untuk tahu dimana keberadaan dua orang yang ngga muncul-muncul itu. Kami berdelapan pun berinisiatif untuk berdiri saja di pintu peron, sehingga sudah siap lari kalau tiba-tiba mereka muncul. Weew .. ini beneran menegangkan karena trip bisa gagal gara-gara ketinggalan kereta .. hufh. Akhirnya dua orang itu muncul dan kami pun langsung menginformasikan ke petugas kalau tiket itu adalah tiket kereta yang diumumkan akan jalan. Sehingga tiket kami tidak lagi diperiksa di pintu peron. Sekonyong-konyong semuanya berlari ngebut ke arah kereta. Alhamdulillah masih rejeki, ketika kami baru menginjakkan kaki di dalam gerbong dengan nafas yang acak adul, kereta pun langsung jalan. Sambil terhuyung-huyung karena lari, kami terus jalan dari gerbong ke gerbong mencari tempat duduk sesuai tiket dan akhirnyaaa ketemu.

Setelah perjalanan sekitar 9-10 jam, akhirnya kami sampai di Solo Jebres. Ini agak lama karena keretanya ekonomi .. hehe :D. Kami pun beristirahat di stasiun sambil menunggu subuh. Subuh tiba, kami sholat dan segera berangkat ke basecamp pendakian. Dari stasiun kami berjalan keluar dan bertanya pada penduduk arah bis menuju tawangmangu. Nah, karena bisnya adanya di perempatan, jadi kami harus jalan kaki dulu, jaraknya lumayan lah. Dan bis pun datang, kami langsung naik. Jalan ke arah tawangmangu tracknya seperti hidup saya, cukup berliku-liku tapi seru.. haha 😀 #curcol. Kami turun di terminal tawangmangu, lalu mampir makan dulu sambil prepare dan re-check barang-barang lagi. Lalu sebagian orang mencari carteran mobil kecil sejenis angkot gitu untuk menuju basecamp pendakian cemoro kandang. Tiba di basecamp, kami prepare sebentar dan berkumpul untuk berdoa. Jam 10 an pagi kurang lebih kami start pendakian.

IMG_3038

Nah, ada cerita yang agak bandel dan ngga boleh ditiru oleh pendaki lainnya nih teman-teman. Ketika kami sampai di basecamp, seharusnya pendakian ditutup karena hutannya habis kebakaran dan pihak ranger sudah info kalau terjadi apa-apa maka akan jadi resiko masing-masing pendaki. Tapi setelah mencari informasi lebih lanjut, ternyata banyak juga yang tetap mendaki, jadi senior-senior ini Insha Allah yakin kalau akan baik-baik saja, maka Bismillah kami tetap mendaki. Jadi, untuk yang memang gak tau medan, please do not follow that action yaa. Oke lanjut, jalan .. jalan .. terus jalan, akhirnya kami sampai di pos 1 dan kami memutuskan untuk istirahat sejenak. Di pos 1 ini, ada gubuk kecil dan sedikit lapak bagi yang mau mendirikan tenda. Lanjut jalan lagi .. jalan .. jalan .. dan jalan lagi, akhirnya sampai di pos 2. Di pos 2 juga ada beberapa gubuk kecil dan lapak juga buat yang mau ngecamp disini. Setelah tidur sebentar, kami lanjut jalan lagi. Antara pos 2 dan pos 3, ada semacam pos bayangan. Ada gubuk kecil juga, cuma ngga ada lapak yang cukup untuk mendirikan tenda. Jadi tidak disarankan ngecamp disini yaa dan harus lanjut jalan lagi ke Pos 3, semangaaaatt. Akhirnya setelah di php dengan pos bayangan, sampailah kami di Pos 3. Sama dengan pos-pos sebelumnya, di pos ini ada cukup lapak untuk yang memutuskan ngecamp saja. Kalo ngga mau nenda, teman-teman bisa langsung lanjut tidur di dalam gubuk pos 3 karena lumayan besar spacenya.

Saat sampai di pos 3 hari sudah mulai sore, dingin pun mulai merayapi tubuh, nafas mulai satu-satu karena oksigen yang mulai tipis (bahasa novel banget yaa). Stamina dan konsentrasi saya mulai berasa turun. By the way, tapi saya juga lagi menstruasi dan itu hari pertama (mungkin hanya cewek yang mengerti kenapa hari pertama itu penting). Fyi, buat teman-teman cewek yang mau nanjak saat menstruasi, baiknya kalian bener-bener memastikan bahwa badan bisa dibawa untuk jalan. Karena menstruasi bukan cuma repot ngeberesinnya, tapi karena hormon di dalam tubuh juga ikut ngga stabil dan secara ngga langsung akan mempengaruhi stamina tubuh kita nantinya. Next .. jacket sudah dipakai, tapi rasanya tetep masih kedinginan sampe gigi gemeletukan. Akhirnya manasin diri dengan nempel ke seng di tepi gubuk yang kena matahari, lumayanlah walaupun ngga membantu banget. Karena dirasa cukup, maka perjalanan lanjut lagi ke pos berikutnya yaitu pos 4.

Tambah tinggi pastinya tambah dingin, pos 3 letaknya sudah di atas 2000 mdpl. Pos 4 ada di sekitar ketinggian 3025 mdpl. Ujiannya di sini nih, badan mulai ga bersahabat dan hawa dinginnya .. brrr .. ga main-main. Karena ngerasa sesak napas, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti. Minum tolak angin, ternyata ga ngefek, karena seharusnya minumnya kiranti .. haha :D. Team yang solid ini pun juga memutuskan berhenti karena nunggu saya merasa fit untuk jalan lagi. Oke, karena paling tidak kami harus sampai di pos 4 untuk camp, maka jalan pun harus dilanjutkan. Jalan sedikit lagi, ternyata alhamdulillah sampai di pos 4. Para cowok pun langsung mendirikan tenda di dalam gubuk pos 4, agar lebih hangat dan terlindung dari angin yang wes-wes-an. Sementara yang cewek berbenah diri dan malah lanjut tidur duluan (*jangan ditiru karena hanya dilakukan oleh profesional) haha :p. Setelah ngerasa agak anget dan tenaga sedikit kekumpul setelah tidur, barulah para cewek ini beraksi, tapi aksinya ga berhasil :D. Nasinya ga mateng sodara-sodara, akhirnya pun hanya minum-minum aja dan ngegoreng-goreng ria sambil bakar-bakar. Now it’s the real time to sleep, 4 cewek tidur di tenda, 4 cowok juga di tenda, 2 orang jagoan tidurnya diluar buat ngejagain barang-barang kita . Suhu saat itu mungkin sekitar kurang dari 10 derajat celcius lhoo !! jadi yang tidur di luar itu uda pasti jagooaaannn beneeeraan .. haha :D. Mungkin karena posisinya di lembah jadilah hembusan angin dan dinginnya maknyus beneran. Here you gooh .. poto full team kita di Pos 4.

IMG_3196

Sesuai rencana awal, sebenernya kami akan summit pas sunrise. Puncak udah ngga jauh lagi, tinggal ngelewatin pos 5 dan muncak dikit. Tapi ini dijalankan kalau 2 orang temen yang nyusul kita udah sampe malam itu (hari dan ka try). Ternyata setelah ditunggu sampe sekitar jam 8an pagi mereka ga sampe-sampe juga. Akhirnya kita beberes dan mutusin untuk jalan muncak aja karena takut kesorean pas turun nanti. Sekitar 2-3 jam gitu Alhamdulillah kita sampai di puncak, Hargo Dumilah – 3.265 mdpl. Cek this outt .. poto summit kitaaa .. *\(^_^)/*

IMG_3229

Kira-kira pas sampai puncak itu sekitar jam 12an kurang lebih. Sekitar jam 1an siangnya, kami putuskan untuk turun. Sebelum start turun, kami mampir ke warung mbok yem. Warung ini ajaib sekaleh menurut saya, karena ada di atas gunung dan hampir ga pernah kepikiran kalo di atas gunung ada yang kaya gituan .. haha :D. Jalur turun lewat cemoro sewu lebih cepat, karena jalurnya sudah ditata dan dibuat berundak-undak alias tangga-tangga gitu. Selain itu, memang kami ngejar jadwal kereta untuk pulang juga. Pas turun juga ada beberapa pos-pos, tapi sayangnya saya lupa pos berapa aja. Nah! sebelum pos terakhir kalo ngga salah ada pos yang plus ada warungnya lagi. Sampai warung itu kami langsung pesan es teh manis dan rasanyaa meen .. rasa surgaaa bener karena saking kepanasan dan keausan haha :D. Setelah nge-es teh manis-an, kita capcus lagi jalan ngepot biar cepet sampe bawah. Alhamdulillah, sekitar jam 5an sore gitu kita sampai di bawah dengan selamat dan full team jugaaa. Ini foto kesayangan aku, karena bisa summit bareng my lovely sister ever :* dengan background pemandangan kota solo dari ketinggian. Subhanallah.

IMG_3215

Finally, I have some tips for everyone of you yang mau backpakeran ke Gunung Lawu yang cantik ini, check this out the point below :

  • Dari Jakarta ke Solo, bisa naik kereta turun di St. Solo Jebres atau langsung naik bis turun di terminal Tawangmangu
  • Untuk yang naik kereta, dari St. Solo Jebres silahkan langsung lanjut bis ke terminal Tawangmangu, bisa naik bis, bisa juga sewa angkot
  • Dari terminal Tawangmangu, sewa mobil kecil / angkot ke arah basecamp pendakian, bisa cemoro kandang atau cemoro sewu

Nah, ada notenya tapi :

  • Harga angkutan dan sewaan tergantung pada ekonomi masyarakat yaa, kalo pas bensin naik pasti mahal, kalo pas turun ya murah
  • Pastikan fisik, pengetahuan dan logistik makanan memadai untuk keberlangsungan kehidupan di atas sana
  • Buat cewek, penting juga untuk bawa peralatan lenong seperti sun screen / lip balm
  • Bawa gadget yang ramah sinyal juga yaa, to keep you in contact with other

And don’t forget with this one – “Hiking Rules : leave nothing but footprints, take nothing but picture and kill nothing but time”. Selamat mencoba buat para ksatria dan srikandi lainnya 🙂

In term search : #Pendakian #JalurCemoroKandang #JalurCemoroSewu #GunungLawu #3265Mdpl #Backpakeran

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s